Capek,pegel, orang sini bilang Muskelkalter. Pulang main Badminton di bawah rintik salju, bilang apa ya kalau salju. Kalau hujan kan rintik rintik, kalau salju? apapun namanya hari ini di akhir bulan oktober sudah turun salju di kota Bern. Seharusnya belum,biasanya baru ada salju di bulan Desember. Tapi bagaimanapun gue menikmatinya habis di kampung gue ga ada.
Hari ini diskusi ama Abadi untuk bikin layanan SEO di Swiss, manarik dan mudah mudahan kami bisa merealisasikannya.
Hari ini di tempat gue main Badminton gue sedikit terkesan , tiba tiba seorang teman mendekatiku dan bertanya dalam bahasa Inggris meskipun dia aslinya berbahasa Itali. Dia bilang "Wardi, do you know that Obama has been living in Indonesia?" gue jawab aja pakai bahasa Inggris gue yang udah hampir lupa gara gara bahasa Jerman. "Thats right, he was living in Jakarta".
Yang menarik juga, salah satu teman di Klub Badminton yang sampai saat ini gue belum tau namanya karena gue juga tidak tertarik tau namanya hari ini tiba tiba bilang "Das ist mein ersten Sieg heute" artinya "ini adalah kemenangan pertama gue hari ini" setelah menang main satu set dengan gue lawan ganda putri. hihihihi .... Bangga dong, dia baru bisa menang setelah bermain ganda dengan gue meskipun lawannya ganda putri, hihihi ... bule lagi.
Mittwoch, 29. Oktober 2008
Samstag, 25. Oktober 2008
Dinginnya Awal Musim Gugur
Hari ini cukup dingin di luar sana, temperatur sekitar 7 derajat celcius. Hari gue ke kantor pos cari info tentang biaya pengiriman paket ke Indonesia. Selebihnya tidak ada yang spesial hari ini. Menghabiskan hari di dalam rumah lebih nyaman, nonton tv, istirahat, makan, ngutak atik komputer, dll. Kayak membosankan ya?
Kemarin pengalaman pertama chatting dengan Marda dan Husbani di Makassar, asyik kan ? mereka perlu latihan ngetik yang cepat aja. Ternyata ga mahal mahal bangat kok skrg ngenet di warnet di Indonesia.. kata Marda 3 ribu rupiah perjam. Dulu jaman gue kuliah masih rata rata diatas 5 ribu hingga 10 ribu rupiah.
Udah ah ... membosankan, tidak ada yang asyik diceritakan hari ini :) gue mau tidur.. simak aja terus cerita gue dari Swiss. :)
Kemarin pengalaman pertama chatting dengan Marda dan Husbani di Makassar, asyik kan ? mereka perlu latihan ngetik yang cepat aja. Ternyata ga mahal mahal bangat kok skrg ngenet di warnet di Indonesia.. kata Marda 3 ribu rupiah perjam. Dulu jaman gue kuliah masih rata rata diatas 5 ribu hingga 10 ribu rupiah.
Udah ah ... membosankan, tidak ada yang asyik diceritakan hari ini :) gue mau tidur.. simak aja terus cerita gue dari Swiss. :)
Donnerstag, 23. Oktober 2008
Inselspital, Blogging, dan Makan Malam
Pagi ini diawali dengan suhu yang cukup dingin dibawah 10 derajat. Setelah sholat Subuh gue bergegas ke arah kulkas dan mempersipakan sarapan, namun apa daya setelah susu yang tinggal setengah gelas di botol sudah tidak layak diminum. Akhirnya pagi itu diawali dengan minum kopi dari Indonesia yang dibeli dari Teny sebelum ramadan.
Setelah itu mulai hari kerja, komputer dinyalakan sambil membereskan yang harus dibereskan, komputernya loading cukup lamban. Hari ini sempat ngobrol dengan Cua alias Azwar, teman Tsanawiyah dulu yang kini menunggu hasil ujian S2 nya di Kairo. Dia minta gue doain padahal doanya lebih mantap, notabene pernah nganggu 2 tahun buat hapalin AlQuran. Kami banyak ngobrol sampai waktu tak terasa berlalu. Blog saya pun sudah terupdate semua dan tugas tugas untuk hari ini kelar.
Setelah makan siang dengan sup ala Eropa, nunggu Nona yang sebelumnya sudah janjian untuk besuk Doni di Inselspital. Lucunya, kami gak tau nama Lengkap Doni, dan ternyata Doni itu memang hanya nama panggilan dia. Terlanjur di depan meja informasi, ya tetap saja berharap pada wanita yang berdiri di belakang meja itu untuk bisa memberikan informasi dimana ruangan Doni dirawat. Wanita yang kayaknya sudah bosan dengan pekerjaannya, senyum pun susah. Apapun itu akhirnya ketemu Doni juga hari ini.
Sorenya balik ke rumah dan menunggu belanjaan datang yang dipesan lewat belanja online. Sembari menunggu, gue persiapkan makan malam. Hari ini ada tamu jadi harus masak istimewa. Hehehe, kenyataannya hari ini gw hanya manasin yang udah matang doang, tapi kan judulnya tetap masak dan tamunya senang. Bikin nasi goreng pake nasi yang sudah sebulan dibekuin di kulkas plus ayam panggang yang dimasak Gita waktu bulan puasa. Dicampur dan dijadikan nasi goreng praktis ala Wardi (kata Azwar: "wardi" dipakai di Mesir untuk memanggil kekasih). Ga hanya itu hidangan rendang pun ada yang dipanasin pakai microwave. Pokoknya lengkap dan tamunya pulang dengan puas tanpa menyadari bahwa gue hari ini ga masak istimewa. Hari ini tanggal 23 dan sudah saatnya tidur. :)
Setelah itu mulai hari kerja, komputer dinyalakan sambil membereskan yang harus dibereskan, komputernya loading cukup lamban. Hari ini sempat ngobrol dengan Cua alias Azwar, teman Tsanawiyah dulu yang kini menunggu hasil ujian S2 nya di Kairo. Dia minta gue doain padahal doanya lebih mantap, notabene pernah nganggu 2 tahun buat hapalin AlQuran. Kami banyak ngobrol sampai waktu tak terasa berlalu. Blog saya pun sudah terupdate semua dan tugas tugas untuk hari ini kelar.
Setelah makan siang dengan sup ala Eropa, nunggu Nona yang sebelumnya sudah janjian untuk besuk Doni di Inselspital. Lucunya, kami gak tau nama Lengkap Doni, dan ternyata Doni itu memang hanya nama panggilan dia. Terlanjur di depan meja informasi, ya tetap saja berharap pada wanita yang berdiri di belakang meja itu untuk bisa memberikan informasi dimana ruangan Doni dirawat. Wanita yang kayaknya sudah bosan dengan pekerjaannya, senyum pun susah. Apapun itu akhirnya ketemu Doni juga hari ini.
Sorenya balik ke rumah dan menunggu belanjaan datang yang dipesan lewat belanja online. Sembari menunggu, gue persiapkan makan malam. Hari ini ada tamu jadi harus masak istimewa. Hehehe, kenyataannya hari ini gw hanya manasin yang udah matang doang, tapi kan judulnya tetap masak dan tamunya senang. Bikin nasi goreng pake nasi yang sudah sebulan dibekuin di kulkas plus ayam panggang yang dimasak Gita waktu bulan puasa. Dicampur dan dijadikan nasi goreng praktis ala Wardi (kata Azwar: "wardi" dipakai di Mesir untuk memanggil kekasih). Ga hanya itu hidangan rendang pun ada yang dipanasin pakai microwave. Pokoknya lengkap dan tamunya pulang dengan puas tanpa menyadari bahwa gue hari ini ga masak istimewa. Hari ini tanggal 23 dan sudah saatnya tidur. :)
Mittwoch, 22. Oktober 2008
Nonton "Live" Roger Federer

Sehari sudah berlalu, nonton langsung Roger Federer beraksi di St. Jakob Halle Basel, Swiss menjadi pengalaman mengesankan. Selama ini hanya menikmati bintang tennis Swiss memainkan pukulan "ace"nya di televisi. Duduk di deretan ke 12 untuk tiket kategori kelas 2 masih cukup jauh buat gue dari lapangan, tapi suasananya sudah cukup mengesankan. Seolah olah energi Federer memenuhi ruangan. Biasanya tetangga gue lebih tertarik nanya berapa harga tiketnya. Harganya sekitar 1,2 juta. Mahal juga ya... buat gue gak mahal... (sombong bangat ya gue...) hehehe... gratis kok. Gue harap tetangga gue gak nanya lagi... dapat darimana tiket gratis?
mau tau aja...
Abonnieren
Posts (Atom)