1 Februari, perjalanan pulang dari Wallis, tak terasa 1 bulan telah berlalu di tahun 2009. Hari ini bukan hari baik buat Roger Federer, tapi kesempatan di tahun ini tetap terbuka lebar untuk mengukir rekor Grand Slam, Waduh jadi terharu melihat sang jawara menitikkan air mata di akhir pertandaingan Final Australian Open.
Ok, itulah yang terjadi hari ini ... besok hari senin, perjalanan hidup jalan terus.
Dari balik jendela kereta di lantai 2 sesekali melirik suasana malam di Swiss, begitu hening dan damai.. stasiun demi stasium terlewati. Dalam balutan dinginnya temperatur musim dingin para penumpang menunggu kereta di stasiun stasiun yg gue singgahi.
Alunan musik grup band Indonesia, Letto tetap menjadi pilihanku mengiringi perjalanan kereta malam ini.
Ok, Australian Open 2009 berlalu dan tidak sesuai dengan harapan akan kemenangan Roger Federer untuk gelar Grand Slam ke-14, tapi ya ... itulah hidup, besok hari Senin dan besok akan selalu ada harapan ...